SOPPENG, SIDIKNEWSS - Dugaan pungutan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Soppeng tidak lagi berhenti pada satu wilayah. Informasi yang terkumpul menunjukkan pola serupa diduga muncul di sejumlah kecamatan, dengan nominal yang disebut berbeda sesuai jenis alat bantuan.
Di Marioriawa, sedikitnya 11 kelompok tani penerima bantuan tahun 2025 disebut dalam data awal. Sumber yang mengetahui distribusi bantuan menyebut traktor roda empat diduga disertai setoran sekitar Rp50 juta, multikultor Rp70 juta, dan combine harvester hingga Rp100 juta per unit.
Angkanya bukan sekadar kabar sepintas, karena nama kelompok dan jenis alat disebut telah dicatat. Data sudah ada. Tinggal siapa yang berani membuka pintunya.
Dugaan itu makin menguat setelah sumber lain menyebut praktik serupa tidak hanya terjadi di Marioriawa. Wilayah Ganra, Donri-Donri, Liliriaja hingga Desa Barang juga disebut masuk dalam alur distribusi bantuan yang kini disorot.
Sumber mengaku mengetahui proses pengantaran langsung dan menyebut ada kelompok tani yang diduga menerima bantuan lebih dari satu kali.
Yang paling serius, muncul dugaan adanya aliran fee ke pihak tertentu, termasuk sosok berinisial A serta oknum anggota dewan yang disebut memfasilitasi proses.
informasi datang dari lebih dari satu sumber dan pola nominalnya serupa, aparat punya alasan cukup untuk bergerak, bukan sekadar menunggu laporan resmi di atas meja.
Ketua LPKN Soppeng, Alfred Surya Putra Panduu, menilai perkara ini sudah layak ditelusuri sebagai dugaan penyalahgunaan kewenangan.
Kalau bantuan untuk petani sudah disertai fee dan ada pihak yang diduga mengatur jalurnya, ini bukan lagi soal administrasi. Ini harus diperiksa sampai ke penerima manfaat dan pihak yang memfasilitasi,
tegas Alfred, Rabu (13/5/2026).
Yang kini jadi pertanyaan sederhana, jika bantuan pemerintah ditujukan untuk petani, mengapa justru muncul tarif yang disebut nyaris bak daftar harga? Dan jika data penerima, jumlah unit, hingga dugaan aliran fee sudah mulai terkantongi, berapa lama lagi ini akan disebut sekadar isu.
Penulis: April



Tidak ada komentar:
Posting Komentar