Soppeng, SIDIKNEWSS - Kasus dugaan fee Alsintan untuk petani di Kabupaten Soppeng terus berkembang tanpa kejelasan penanganan hukum yang pasti, Jumat 29/5/2026.
Kasus yang sejak lama menjadi pembicaraan masyarakat itu kini mulai menyeret sorotan terhadap kinerja aparat penegak hukum. Publik mempertanyakan sejauh mana keseriusan lembaga penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan permainan di balik penyaluran bantuan alsintan.
Sorotan pertama mengarah ke Polres Soppeng. Masyarakat menilai hingga kini belum terlihat langkah yang benar-benar mampu menjawab keresahan publik terkait dugaan fee, keluhan petani kecil, hingga isu keterlibatan sejumlah oknum dalam pengelolaan bantuan tersebut.
Selain kepolisian, perhatian juga tertuju pada Kejaksaan Negeri Soppeng. Sebagai lembaga penegak hukum, Kejari dinilai perlu menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan penyimpangan bantuan pemerintah yang terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Di lapangan, sejumlah petani mengaku kelompok tani diduga lebih dahulu mengeluarkan biaya untuk memperoleh alsintan, lalu kembali menarik tarif kepada petani kecil saat alat digunakan untuk panen maupun pengolahan lahan.
Kondisi itu memunculkan anggapan bahwa pihak yang paling dirugikan hanyalah petani kecil, sementara di belakangnya diduga terdapat permainan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola program, oknum pemerintahan hingga isu keterlibatan anggota dewan.
“Kasus ini sudah cukup lama, tapi kenapa tak kunjung ada kejelasan, polisi kemana? kejaksaan kemana?” ujar seorang warga.
Di tengah belum adanya kepastian penanganan, warga kini juga mulai menaruh harapan kepada Polda Sulawesi Selatan untuk turun langsung mengusut polemik dugaan fee alsintan di Kabupaten Soppeng.
Masyarakat menilai, jika persoalan ini terus memanas namun tak kunjung menghasilkan langkah hukum yang jelas, maka yang dipertanyakan bukan lagi sekadar dugaan fee alsintan, melainkan keberanian aparat dalam menyentuh persoalan yang disebut melibatkan banyak kepentingan.
Jika kasus inj tak kunjung diselesaikan lantas kemana lagi petani kecil menaruh harapan untuk mendapatkan hak yang seharusnya dimiliki.
Penulis: April



Tidak ada komentar:
Posting Komentar