![]() |
| (Gambar ilustrasi) |
Soppeng, Sidiknewss - Pengelolaan tanah ornamen di Kabupaten Soppeng mulai disorot setelah muncul dugaan tidak jelasnya aliran hasil dari aset tersebut. Persoalan ini memantik desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun melakukan penyelidikan.
Ketua SMSI Soppeng, FAS. Rachmat Kami, menilai aset yang menghasilkan keuntungan tidak boleh dikelola tanpa transparansi. Ia mempertanyakan ke mana hasil pengelolaan tanah ornamen itu selama ini mengalir.
“APH harus segera mengusut pengelolaan tanah ornamen di Soppeng yang diduga tidak jelas aliran hasilnya. Jangan biarkan ada aset yang menghasilkan tetapi pertanggungjawabannya tidak terbuka,” kata FAS. Rachmat, (25/05/26).
Ia menyebut, pengelolaan aset yang tidak transparan berpotensi membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta diperiksa, termasuk dokumen pengelolaan dan aliran hasil yang diperoleh selama ini.
“Semua harus dibuka terang. Berapa hasilnya, ke mana mengalir, siapa yang mengelola, dan apa dasar pengelolaannya. APH harus membongkar itu,” tandasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar