![]() |
| Gambar |
Soppeng, Sidiknewss - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Soppeng yang merelokasi para pedagang kaki lima dari kawasan Pelataran Masjid Raya Darussalam dan Taman Kalong ke Taman Gapis dalam sepekan terakhir mulai memicu dampak signifikan terhadap denyut ekonomi kota.
Penataan ruang publik yang bertujuan menciptakan ketertiban ini justru dinilai terlalu terburu-buru, mengingat lokasi baru di Taman Gapis belum sepenuhnya siap mendukung aktivitas perdagangan warga.
Akibatnya, kawasan pusat kota yang selama bertahun-tahun menjadi ikon keramaian kini tampak lengang, sementara sebagian besar lapak pedagang di lokasi relokasi masih memilih tutup akibat minimnya fasilitas dasar.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa Taman Gapis masih kekurangan sarana penunjang vital seperti sistem penerangan yang memadai, akses jalan yang nyaman, serta drainase dan sanitasi yang layak.
Menariknya, di tengah sepinya lokasi resmi pemerintah, sebuah pasar malam swasta yang memanfaatkan lahan milik tokoh soppeng yaitu H. Andi Kaswadi Razak (Mantan Bupati Soppeng 2016-2025) yang kerap dipanggi Pung Dulli justru ramai diserbu warga dan pedagang yang lokasinya di Jln. Malaka depan Hark Cafe.
Fenomena ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat tidak hilang, melainkan berpindah ke tempat yang dinilai lebih siap secara fasilitas dan kenyamanan akses.
Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng didorong untuk segera melakukan evaluasi kebijakan secara terbuka dan objektif. Langkah cepat yang perlu diambil antara lain mempercepat pembangunan infrastruktur di Taman Gapis, menggelar berbagai acara publik sebagai stimulus keramaian, serta membuka ruang dialog yang jujur dengan para pedagang terdampak.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada estetika penataan fisik kota, melainkan juga harus memprioritaskan keberlangsungan dan perlindungan terhadap mata pencaharian ekonomi rakyat kecil.
Penulis: April



Tidak ada komentar:
Posting Komentar