Iklan

Empat Tahun Usai Dikerjakan, Jalan Rp10 Miliar Tajuncu–Latie Mulai Keropos, LPKN Soppeng Desak Audit Menyeluruh

April
Selasa, 23 Juni 2026, Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T10:53:27Z
Sidiknewss

 

Kondisi Jalan

Soppeng, Sidiknewss - Kondisi ruas jalan Tajuncu–Latie yang terletak di wilayah Desa Sering, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, menuai sorotan tajam dari Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LPKN) Soppeng, Alfred Surya Putra Pandu'u.


Alfred mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek pengaspalan jalan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 dengan nilai mencapai lebih dari Rp10 miliar. Menurutnya, usia manfaat jalan tersebut terkesan sangat singkat karena dalam kurun waktu belum genap empat tahun, sejumlah titik sudah menunjukkan kerusakan yang cukup mengkhawatirkan.


"Bila benar proyek ini menelan anggaran lebih dari Rp10 miliar, maka sangat disayangkan jika masyarakat hanya bisa menikmati kondisi jalan yang baik selama kurang lebih empat tahun. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut penggunaan uang rakyat," tegas Alfred.


Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa (23/6/2026), kerusakan terlihat pada bagian ujung ruas jalan yang mulai mengalami pengelupasan dan keropos. Lapisan aspal di sejumlah titik tampak telah terlepas sehingga menyisakan material kerikil yang berserakan di badan jalan.


Ironisnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan ruas jalan di sekitar Kantor Desa Sering yang masih terlihat mulus dan relatif utuh. Padahal, menurut Alfred, pekerjaan jalan tersebut merupakan satu paket proyek yang seharusnya memiliki kualitas dan ketahanan yang sama di seluruh ruas.


"Ini menjadi tanda tanya besar. Mengapa dalam satu paket pekerjaan terdapat perbedaan kondisi yang sangat mencolok. Ada bagian yang masih bagus, namun ada juga yang sudah keropos dan kehilangan lapisan aspalnya. Kondisi seperti ini patut ditelusuri lebih jauh," ujarnya.


Alfred menilai kerusakan dini yang terjadi dapat menjadi indikator adanya persoalan pada kualitas pekerjaan maupun pengawasan proyek saat pelaksanaan. Karena itu, ia mendesak instansi teknis terkait serta aparat pengawas untuk turun langsung melakukan investigasi lapangan.


"Kami meminta pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk audit teknis terhadap kualitas pekerjaan. Jangan sampai anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat justru menghasilkan pekerjaan yang tidak bertahan lama," tegasnya.


Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting dilakukan guna memastikan apakah proyek telah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak atau justru terdapat indikasi pekerjaan yang tidak memenuhi standar mutu.


"Jangan menunggu kerusakan semakin parah. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang berkualitas dan tahan lama sesuai dengan nilai anggaran yang telah digelontorkan," pungkas Alfred.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Tajuncu–Latie tersebut.


Penulis: April

Komentar

Tampilkan

  • Empat Tahun Usai Dikerjakan, Jalan Rp10 Miliar Tajuncu–Latie Mulai Keropos, LPKN Soppeng Desak Audit Menyeluruh
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan