![]() |
| Kondisi jembatan |
SIDIKNEWSS, Soppeng – Kondisi Jembatan Kessing di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, diduga material yang digunakan tak sesuai dengan yang tertulis dalam dokumen perencanaan proyek dengan anggaranya senilai 4,3 Miliar, 17/6/36.
Meski belum genap satu tahun sejak pengerjaannya, sejumlah bagian konstruksi sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Berdasarkan data transaksi melalui e-Katalog, material beton yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut tercatat menggunakan mutu K-350 dengan nilai belanja mencapai sekitar Rp1,2 miliar per item. Namun, kondisi di lapangan justru memperlihatkan fakta yang berbeda.
Pada permukaan jembatan terlihat retakan di beberapa titik yang disertai pengikisan lapisan beton secara perlahan. Saat kendaraan melintas, butiran material tampak terlepas dari permukaan sehingga menimbulkan debu yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Ironisnya, kerusakan tersebut muncul ketika usia jembatan baru sekitar enam bulan pasca pengerjaan. Secara kasat mata, kondisinya dinilai tidak mencerminkan kualitas konstruksi yang seharusnya mampu bertahan dalam jangka waktu panjang.
Ketua LHI Soppeng, Afis, mempertanyakan kesesuaian mutu beton yang digunakan dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen perencanaan proyek.
"Jika benar menggunakan beton mutu K-350 yang dikenal memiliki kualitas tinggi, mengapa kondisi yang terlihat di lapangan justru menunjukkan gejala kerusakan dalam waktu yang sangat singkat? Ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh pihak terkait," ujarnya.
Menurut Afis, apabila kerusakan tersebut dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin kondisi jembatan akan terus memburuk dari tahun ke tahun.
Pengikisan yang berlangsung secara bertahap dikhawatirkan dapat mengurangi ketebalan lapisan beton dan meningkatkan risiko bagi para pengendara.
"Jangan sampai lapisan beton semakin menipis akibat terus terkikis. Selain itu, material yang terlepas menjadi debu juga dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari," tegasnya.
Lebih lanjut, Afis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap material yang digunakan dalam proyek tersebut.
Menurutnya, kondisi fisik jembatan yang tidak sebanding dengan nilai anggaran menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.
"Perlu dilakukan pemeriksaan secara terbuka dan profesional untuk memastikan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan yang tercantum dalam perencanaan. Jika ditemukan perbedaan kualitas, maka harus ditelusuri ke mana anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi spesifikasi tersebut," katanya.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya menyangkut penggunaan anggaran negara, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari memanfaatkan jembatan tersebut sebagai akses transportasi utama.
Penulis: April



Tidak ada komentar:
Posting Komentar