Iklan

Beton FC 30 MPa Dirancang Tahan Puluhan Tahun, Mengapa Retakan Muncul Lebih Dulu

April
Senin, 15 Juni 2026, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T13:20:43Z
Sidiknewss

 

Kondisi jembatan kessing yang retak serta berdebu

SIDIKNEWSS, SOPPENG - Perhatian terhadap proyek pembangunan Jembatan Kessing di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, kini mengarah pada salah satu item pekerjaan paling vital, yakni beton struktural FC 30 MPa atau setara mutu K-350 yang dianggarkan sekitar Rp1,2 miliar.


Item tersebut merupakan bagian dari proyek senilai Rp4.307.814.470 yang bersumber dari APBD Tahun 2025 dan dikerjakan oleh CV Fayutama Jaya Karya dengan pengawasan PT Intra Persada Konsultan.


Dalam dokumen pekerjaan, beton FC 30 MPa digunakan sebagai beton struktural utama. Mutu tersebut dikenal sebagai beton berkekuatan tinggi yang lazim diaplikasikan pada konstruksi jembatan karena dirancang untuk mampu menahan beban berat serta memiliki ketahanan yang baik dalam jangka panjang.


Namun, munculnya retakan pada sejumlah bagian pengecoran serta kondisi permukaan beton yang dinilai berdebu dan terkesan rapuh memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai apakah mutu beton yang digunakan benar-benar telah memenuhi spesifikasi sebagaimana yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.


Pasalnya, beton FC 30 MPa bukan sekadar lapisan penutup yang hanya berfungsi dari sisi estetika. Beton tersebut merupakan tulang punggung struktur yang menopang kekuatan jembatan secara keseluruhan.


Dengan nilai anggaran yang mencapai sekitar Rp1,2 miliar hanya pada item beton struktural FC 30 MPa, sejumlah kalangan menilai hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan seharusnya mencerminkan kualitas konstruksi yang kuat dan tidak menimbulkan pertanyaan pada usia bangunan yang masih relatif muda.


"Beton mutu FC 30 MPa itu kualitasnya gk main-main kerasnya. Jika retakan sudah muncul setelah belum lama dikerjakan maka itu harus dipertanyakan keasliannya. Harus di uji ulang kualitas beton yang digunakan" ujar salah seorang pemerhati pembangunan, 15/6.


Menurutnya, pembuktian mengenai mutu beton dapat dilakukan secara ilmiah melalui pengujian independen seperti hammer test, core drill test maupun uji kuat tekan beton untuk memastikan apakah kekuatan beton yang digunakan benar-benar mencapai standar FC 30 MPa.


Perhatian serius dibutuhkan mengingat seluruh item pekerjaan dalam proyek Jembatan Kessing dilaksanakan melalui sistem E-Katalog Versi 5 dengan pola pembelanjaan per item. Artinya, volume maupun spesifikasi material yang digunakan pada setiap pekerjaan pada prinsipnya dapat ditelusuri dan diverifikasi.


Ketua Investigasi dan Monitoring Lembaga HAM Indonesia (LHI) Soppeng, Afis, sebelumnya juga meminta aparat penegak hukum melakukan langkah-langkah konkret dan transparan terhadap berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.


Menurutnya, apabila pekerjaan memang telah dilaksanakan sesuai spesifikasi, maka hal tersebut semestinya dapat dibuktikan secara terbuka melalui pemeriksaan teknis yang independen.


Dengan nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp4,3 miliar, publik menilai pembangunan Jembatan Kessing seharusnya menghadirkan kualitas yang sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan negara. 


Konstruksi yang dirancang untuk bertahan selama puluhan tahun semestinya menunjukkan kekuatannya melalui hasil pekerjaan, bukan justru lebih dahulu memunculkan pertanyaan mengenai mutu material yang digunakan.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun pihak terkait lainnya belum berhasil dimintai keterangan. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait. 

Penulis: April

Komentar

Tampilkan

  • Beton FC 30 MPa Dirancang Tahan Puluhan Tahun, Mengapa Retakan Muncul Lebih Dulu
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan