Soppeng, Sidiknewss.com | Diskominfo menyebut media yang telah lama dikenal atau dianggap “senior” menjadi prioritas dalam kerja sama publikasi tahun 2026.
Sementara media yang dinilai baru disebut akan dikesampingkan terlebih dahulu.
Pernyataan itu disampaikan pihak Diskominfo saat menerima sejumlah wartawan yang meminta penjelasan mengenai proses seleksi mitra media di kantor mereka, Jumat (6/3/2026).
Menurut pihak Diskominfo, istilah “senior” merujuk pada wartawan atau pengelola media yang telah lama dikenal oleh instansi tersebut.
Penjelasan ini memunculkan pertanyaan di kalangan wartawan. Pasalnya, dalam ketentuan administrasi sebelumnya tidak pernah disebutkan bahwa faktor kedekatan atau senioritas menjadi bagian dari kriteria penerimaan.
Dalam pertemuan itu pula, Diskominfo menyampaikan bahwa wartawan yang berasal dari satu keluarga tidak diprioritaskan dalam kerja sama.
“Sedangkan Pak Bupati petunjuknya kemarin jangan ada yang sekeluarga, maksudnya agar anggaran ini bisa tersebar secara massif,” ujar Nasyitha Usman.
Alasan tersebut memancing reaksi sejumlah pengelola media. Mereka menilai profesi dalam satu keluarga tidak dapat dijadikan dasar penolakan, terlebih jika masing-masing media memiliki badan usaha dan pengelolaan yang berbeda.
“Kalau ayahnya guru, apakah anaknya tidak boleh jadi guru juga? Kalau ibunya dokter, apakah anaknya dilarang jadi dokter?” ujar salah satu wartawan.
Bagi sebagian wartawan, penjelasan tersebut justru menambah tanda tanya. Proses yang sebelumnya disebut berbasis kelengkapan administrasi kini dinilai bergeser pada pertimbangan yang lebih subjektif.
Di tengah proses seleksi yang masih berjalan, pertanyaan sederhana itu pun muncul
apakah satu profesi kini harus dibatasi hanya karena berada dalam satu kartu keluarga.
Penulis: April

0Komentar