Iklan

Kisah Jumardi yang Masih Menunggu Terang di Rumahnya

April
Selasa, 05 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T15:45:08Z
Sidiknewss

Soppeng, Sidiknewss|Di tengah gelapnya malam di Dusun Kabaro, Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri, Jumardi hanya bisa memandang rumahnya yang belum tersentuh aliran listrik. Bukan karena ia tak mampu, tetapi karena akses itu seolah belum berpihak kepadanya.


Dengan harapan sederhana, Jumardi mendatangi kantor PLN untuk mengajukan pemasangan kWh di rumahnya. Ia datang bukan untuk meminta bantuan cuma-cuma. Ia siap membayar, seperti pelanggan lainnya. Ia hanya ingin rumahnya terang.


Namun jawaban yang diterima justru mematahkan harapannya. Pihak PLN menyebut daya listrik di wilayah tersebut masih rendah, sehingga pemasangan belum bisa dilakukan.


Jawaban itu terasa semakin berat diterima ketika Jumardi melihat kenyataan di sekelilingnya. Di area yang tak jauh dari rumahnya, aliran listrik sudah menjangkau persawahan. Beberapa rumah tetangganya bahkan telah menikmati penerangan yang layak setiap malam.


Sementara itu, rumah Jumardi tetap berada dalam gelap.

“Saya tidak minta gratis, saya mau bayar,” ucapnya lirih.


Rumah yang ia bangun dengan usaha sendiri itu sebenarnya sudah layak huni. Dinding berdiri kokoh, atap melindungi dari hujan. Namun tanpa listrik, rumah itu belum sepenuhnya menjadi tempat tinggal yang nyaman.


Setiap malam, keterbatasan itu terasa semakin nyata. Aktivitas menjadi terbatas, dan harapan akan kehidupan yang lebih layak terasa seperti tertahan di depan pintu sendiri.


Kekecewaan Jumardi bukan sekadar soal tidak terpasangnya kWh. Ini tentang keinginan sederhana untuk hidup seperti warga lainnya memiliki penerangan, memiliki akses yang sama, dan tidak merasa tertinggal di tempat sendiri.


Kondisi ini menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan yang terus digaungkan, masih ada warga yang berjuang untuk hal-hal paling mendasar.


Di tengah kondisi ini, kehadiran pemerintah menjadi hal yang sangat dinantikan. Bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk memastikan persoalan seperti yang dialami Jumardi tidak terus berlarut tanpa kepastian. 


Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk PLN, perlu segera dilakukan agar kendala teknis yang disebutkan tidak menjadi alasan yang terus berulang.


Penulis: April

Komentar

Tampilkan

  • Kisah Jumardi yang Masih Menunggu Terang di Rumahnya
  • 0

Terkini

Iklan