Soppeng, Sidiknewss|Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Soppeng pada malam hari memicu banjir di RSUD Latemmamala, sekitar pukul 21.00 WITA. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mendasar terhadap fasilitas penunjang seperti drainase dan sistem pengendalian air di rumah sakit tersebut benar-benar berfungsi, atau justru diabaikan.
Kejadian ini mengindikasikan potensi kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur vital yang seharusnya menjadi prioritas utama sebuah fasilitas kesehatan. Terlebih lagi, lokasi RSUD yang berada di kawasan dataran tinggi semestinya memiliki risiko genangan yang relatif lebih kecil dibanding wilayah rendah.
Jika dalam kondisi tersebut banjir tetap terjadi, maka patut diduga adanya persoalan serius pada sistem drainase, tata kelola aliran air, atau bahkan perencanaan konstruksi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Ironisnya, di tengah situasi yang seharusnya membutuhkan respons cepat dan transparan, pihak manajemen RSUD justru memilih diam.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan memperlihatkan potret buruk komunikasi publik terhadap pihak terkait. Kabid Perencanaan dan Keuangan, Amrullah S., S.Farm., Apt., M., saat dihubungi tidak memberikan keterangan apapun, dan hanya mengalihkan untuk menghubungi pihak Humas.
Alih-alih mendapat penjelasan, wartawan kembali menemui kebuntuan. Pihak Humas RSUD, Hj. Rahmawati, SKM., M.M. tidak mengangkat telepon dan hanya mengirimkan pesan singkat untuk media menunggu sementara waktu. 23/04/2026.
Di saat publik membutuhkan kepastian terkait keselamatan pasien dan keberlangsungan layanan medis, pihak RSUD malah menunjukkan sikap defensif dan tertutup.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pernyataan resmi yang menjelaskan kronologi kejadian, dampak terhadap pasien, maupun langkah penanganan yang dilakukan.
Penulis: April


